Umroh Reguler 2014 – 2015

  • 25

Umroh Reguler 2014 – 2015

Slide Biro Umroh Semarang 2

Merupakan Program Umroh Reguler yang diselenggarakan oleh Saibah, Biro Umroh semarang untuk melayani Para Jamaah Umroh. Insya Allah ada keberangkatan tiap Minggu setiap bulan.

Apa yang anda dapatkan ?

  1. Tiket Pesawat Garuda pulang pergi (Semarang – Jakarta – Jeddah ) Kelas Ekonomi
  2. Pengurusan Visa Umroh
  3. Bimbingan/Manasik Umroh 3x
  4. Transportasi dengan bis Full AC
  5. Akomodasi sesuai paket termasuk Hotel (Hotel dekat dengan Masjidil Haram, sekelas Tower Jiwar atau Royal Dar Aiman di Makkah dan Mubarok atau Dyar International di Madinah) yang telah ditentukan dan makan 3 X sehari dengan Menu Indonesia
  6. Muthowiff/Guide berpengalaman
  7. Air Zam-zam 5 liter
  8. Ziarah kota Mekah ke museum (dg catatan ijin dari muasasah sudah disetujui)
  9. Perlengkapan Ibadah Umroh atau Haji
  • Travelling bag/ Tas Bepergian
  • Ihram (Pria)/ Mukena (Wanita)
  • Tas Tenteng
  • Tas Dokumen
  • Tas Sandal
  • Bargo bagi Wanita
  • Buku Doa
  • Bahan Seragam Saibah
Biaya belum termasuk :
  1. Pengurusan Paspor
  2. Airport tax dan handling sebesar Rp. 950.000
  3. Suntik Meningitis Rp. 305.000
  4. Biaya pengeluaran Pribadi (Telepon, laundry, kelebihan bagasi, tip dan lainnya)
  5. Biaya kursi roda ketika tawwaf dan sa’i bagi yang tidak mampu
  6. Pengurusan surat mahrom Rp. 350.000 bagi wanita yang berumur kurang dari 45 tahun yang tidak didampingi muhrimnya.
Pembatalan 
  1. 7 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 75%
  2. 15 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 50%
  3. 30 hari sebelum keberangkatan dikenakan denda 25%

Jadwal Perjalanan (Jadwal Bisa berubah Tergantung kondisi)

Hari 01
SEMARANG – JAKARTA – JEDDAH – MADINAH :
Berangkat dari semarang menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH). Dari bandara SH menuju Jeddah. Tiba di Jeddah berangkat menuju Madinah dengan bus AC.

Hari 02
MADINAH : Ziarah Makam Rasulullah dan pemakaman baqi (Makam Sahabat dan Keluarga Rasulullah).

Hari 03
MADINAH : Ziarah Masjid Quba (Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah), Jabal Uhud (Lokasi Perang Uhud), Masjid Qiblatin (Masjid dengan 2 Kiblat), dan Kebun Qurma.

Hari 04
MADINAH – MEKKAH : Acara bebas. Bersuci diri dan ber-ihram, menuju Mekkah – Thawaf dan Sa’i.

Hari 05
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 06
MEKKAH : Ziarah Jabal Tsur (tempat persembunyian Rasulullah), Arafah (tempat Wuquf Haji), Jabal Rahmah (tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa), Muzdalifa,Mina (tempat lontar jumroh), Jabal Nur (ada goa Hira’ tempat turunnya wahyu pertama bagi Rasulullah), Masjid Ji’ronah (Batas Miqot Umroh Sunnah), Masjid Kucing (Masjid Abu Hurairah), Masjid Jin, Pemakaman Ma’la (ada makam Sayyidina Siti Khadijah).

Hari 07
MEKKAH : Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

Hari 08
MEKKAH – JEDDAH : Setelah Thawaf Wada’ menuju Jeddah, wisata kota Jeddah, Laut Merah, (Laut yang terbelah pada zaman Nabi Musa), dan belanja di Cornie Commercial Centre (BALAD), meninggalkan Jeddah menuju Jakarta.

Hari 09

JAKARTA – SEMARANG : Insya Allah tiba di Jakarta kemudian kembali ke Semarang.


  • 0

Jihad Terindah

Pada suatu hari ketika melihat kaum muslim bersiap utk berperang, Aisyah bertanya pada Rasulullah : “Ya, Rasulullaah adakah jihad bagi wanita?” Rasul menjawab : “Ya, ada. Yaitu jihad yg tanpa berperang, yaitu umroh dan haji!”. Inilah jihad yg terindah bagi kaum hawa. Maka, mulialah para suami yg berkenan mengajak ibu, istri2 dan anak2 perempuan mereka berumroh atau berhaji. Inilah kado terindah bagi para wanita. Subhanallah!

¤Hakekat Umroh bersama Saibah¤

Oleh Edy Darmoyo


  • 0

Indonesia Rintis Pembangunan Hotel di Makkah untuk Jamaah Haji dan Umroh

Indonesia merintis pembangunan hotel jamaah haji dan umroh di Arab Saudi. Dua investor swasta nasional akan terlibat dalam pembangunan  hotel di dekat Misfalah, tidak jauh dari Masjidil Haram.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, dua investor tersebut sudah menghubungi Islamic Development Bank (IDB) untuk bekerjasama.

“Mereka menyatakan minatnya, dan saya dukung seratus persen, karena ini bisa meringankan jamaah haji,” kata Anggito, seusai pertemuan dengan para petinggi IDB di markas IDB di Jeddah, Kamis (24/10/2013).

Anggito menjelaskan, lokasi hotel tersebut direncanakan di Misfalah, tidak jauh dari Masjidil Haram. Investor tersebut, sebut Anggito, punya kerjasama berupa tanah yang dikontrak selama 30 tahun.

Meski proyek ini diserahkan ke swasta, tapi Anggito sempat menyatakan keinginannya supaya Kemenag bisa ikut dalam proyek ini. “Kalau UU mengizinkan Kemenag bisa berinvestasi, kita akan ikut juga. Paling nggak, kita ikut belanja atau terlibat pengadaan barang, sehingga harganya bisa lebih murah,” sebut Anggito, dalam laman Kemenag.

Ketika ditanya jumlah unit dan investornya, Anggito mengaku tidak tahu. Namun, seorang sumber mengatakan, dua investor tersebut adalah investor nasional yang bekerjasama dengan bank Exim. “Nilai investasinya sekitar 600 juta Dolar AS,” kata sumber itu.

Selama ini, pemondokan hotel menjadi masalah bagi jamaah Indonesia. Ada jamaah yang mendapat hotel sekelas hotel berbintang, ada pula yang fasilitasnya sangat minim.

Penentuan pemondokan di Tanah Suci dilakukan melalui qur’ah atau diundi di kantor Kemenag. Undian tersebut dihadiri Kanwil Kemenag seluruh Indonesia.

Selama ini, pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan Indonesia ikut membangun pemondokan atau hotel di Tanah Suci. Biaya pemondokan di Arab Saudi menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar jamaah haji Indonesia.*


  • 0

Kenapa Shalat Harus Menghadap Ka’bah?

umroh murah 2014

Mungkin selama ini kita selalu bertanya setiap kali kita melakukan ibadah sekaligus rukun Islam nomor dua yaitu shalat kita selalu menghadap kiblat, atau dalam hal ini Ka’bah. Nah mengapakah sebenarnya harus menghadap Ka’bah?

Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Konon di zaman Nabi Nuh as, ka’bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka’bah dan bangunannya pernah berdiri. Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka’bah di atas bekas pondasinya dahulu. Dan dijadikan Ka’bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia.

Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS. ). Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27).

Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka’bah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka’bah. Dengan mengahadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap Ka’bah.

Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka’bah. Hingga turunlah ayat berikut :

Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144).

Jadi di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.


  • 0

Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 – 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016