Dua Penyelenggara Haji MLM Kena Sanksi

  • 0

Dua Penyelenggara Haji MLM Kena Sanksi

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2012/12/19/173449199/Dua-Penyelenggara-Haji-MLM-Kena-Sanksi

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Agama akan menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan penyelenggara ibadah haji dan umrah lewat multi-level marketing (MLM). Keduanya adalah PT Arminareka dan PT MPM. Sanksi bakal diberikan Kementerian menyusul pencabutan sertifikat penyelenggaraan kedua perusahaan tersebut oleh Majelis Ulama Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat menyebutkan, mekanisme MLM tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. “Undang-undang itu mengatur haji sebagai kewajiban mereka bagi yang mampu. Mampu bisa ditafsirkan mampu secara fisik maupun finansial,” ujar Bahrul di kantornya, Rabu, 19 Desember 2012.

Menurut Bahrul, penyelenggaraan haji dan umrah lewat mekanisme MLM tidak bisa dibenarkan karena memberangkatkan seseorang ke Tanah Suci dengan cara berutang ke downline atau orang di lapisan bawahnya. Cara itu juga menunjukkan ketidakmampuan finansial seseorang untuk berhaji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, menyebutkan, sanksi untuk kedua MLM belum bisa diputuskan. Namun, ia memperkirakan, sanksi nantinya bisa berupa teguran hingga pencabutan izin operasi. “Kami akan pelajari pelanggaran mereka,” kata dia.

Anggito memperkirakan, saat ini ada ratusan ribu orang yang telanjur mendaftar pada MLM haji dan umrah. Ia pun meminta masyarakat yang belum telanjur mendaftar tidak tergiur iming-iming tawaran haji dan umrah MLM.

Bagi jemaah yang telanjur mendaftarkan diri ke perusahaan haji MLM, Anggito mengimbau untuk tak khawatir. Pemerintah, kata dia, akan mengupayakan duit yang telah disetor dikembalikan. “Kami akan melakukan pendataan agar dana jemaah yang telah disetor ke MLM haji dan umrah dapat terselamatkan.”

Bahrul menambahkan, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan keberadaan MLM haji dan umrah, bisa membawa kasusnya ke ranah hukum. “Terkait delik aduan calon jemaah haji, itu menjadi bagian kepolisian,” ujarnya.

ISMA SAVITRI


  • 0

Tips Daftar Haji Reguler yang Aman

Tips Aman Daftar Haji reguler :
1. Calon jamaah haji membuka Tabungan Haji pada Bank Penerima Setoran-Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPS-BPIH), yang sudah bekerjasama dengan Kementerian Agama RI dan sudah tersambung dengan SISKOHAT Kemenag sesuai dengan domisili.

2. Calon jamaah haji datang ke Kantor Kemenag setempat untuk mengisi SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji), dengan membawa buku rekening tabungan dan melampirkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.

3. Calon jamaah haji datang lagi ke bank dengan membawa: SPPH, 5 lembar pas photo, Buku tabungan Haji.
Pihak bank kemudian akan meng-input nomor pemindahbukuan / transfer dan data SPPH untuk mendapatkan nomor porsi. Jangan lupa mintalah bukti pembayaran BPIH karena di dalamnya tercantum nomor porsi calon jamaah.

4. Calon jamaah haji mendaftar ulang ke kantor Kemenag setempat dengan membawa bukti setoran BPIH dan bukti pendebetan serta menanyakan jadwal keberangkatan.

5. Sebelum keberangkatan, harus melakukan pelunasan BPIH ke bank.
Lalu mintalah bukti pelunasan BPIH.

Semoga bermanfaat….

Salam dari Saibah Travel Umroh dan Haji Plus


  • 0

Tips Daftar Haji Plus yang Aman dan Nyaman

Minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji dari tahun ke tahun semakin tinggi, khususnya umat Islam di Indonesia. Disaat  musim haji sering kita dengar di media cetak dan televisi , banyak jamaah haji yang gagal berangkat, dan berita sedih ini berulang setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan rasa kecewa dan malu yang tak terkira bagi sebagian calon jamaah haji kembali ke rumah masing-masing. Travel yang memberangkatkan jamaah tersebut tentunya akan dipertanyakan kredibilitasnya oleh para anggota keluarga.

Saat ini tercatat ada sekitar 1,9 juta orang masih berada didalam daftar tunggu (waiting list) jamaah haji Indonesia. Antusiasme yang sangat tinggi untuk berangkat haji dan ketidak sabaran menantikan 8 sampai 10 tahun baru bisa berangkat haji, banyak masyarakat mencari jalan pintas, dan hal ini membuat banyak oknum memanfaatkannya, tidak sedikit calon jamaah haji yang tertipu oleh ulah oknum tersebut. Karena berhaji dengan ONH Plus pun harus masuk “waiting list” 3 sampai 4 tahun,apalagi jika di kota besar seperti Semarang susah sekali mendapat Haji Plus (Kuota) maka untuk dapat berangkat segera, pada tahun ini juga, pilihan jatuh pada “HAJI NON KUOTA”, yang tidak terdaftar pada Kementerian Agama dan berpotensi pada kegagalan berangkat menunaikan ibadah haji.

Berikut ini Tips Aman Daftar Haji Plus agar kita tidak tertipu saat mendaftar haji :

  1. Pastikan mendaftar pada Travel yang kredibel, travel yang bisa memberikan jaminan keberangkatan calon jamaah haji
  2. Jaminan keberangkatan calon jamaah haji dapat diketahui setelah menyetor uang ( setoran awal BPIH ) mendapatkan nomor urut porsi dalam waktu sd 14 hari kerja. Nomor urut porsi adalah sebagai pijakan Depag dalam menentukan tahun keberangkatan. Dengan memiliki nomor porsi calon Jamaah Haji dijamin aman dari tindak penipuan.
  3. Untuk menguji keabsahan nomor porsi sekaligus melihat estimasi tahun keberangkatan, dapat dilakukan dengan mengunjungi situs http://haji.kemenag.go.id/ . Cara mengecek tahun perkiraan keberangkatan dengan mengisi nomor porsi pada kolom yang tersedia, diikuti dengan memasukkan tanggal, bulan dan tahun kelahiran. Akan terlihat informasi “Perkiraan Keberangkatan CalHaj” atau “Estimasi Keberangkatan Calon Jemaah Haji” yang memuat nama calhaj, tanggal pendaftaran, domisili/alamat, dan estimasi tahun keberangkatan.
  4. Perlu diketahui kuota resmi haji Indonesia 211 ribu dengan rincian 194 ribu Haji Reguler dan 17 ribu Haji Plus, sedangkan Haji Non Kuota tidak terakomodir dalam kuota yang diterima pemerintah RI dari kerajaan Arab Saudi Artinya, haji  non kuota sarat resiko, karena baik pemerintah RI maupun kerajaan Arab Saudi tidak menjamin akomodasi dan transportasi jemaah selama di Arab Saudi. Kadangkala Haji non kuota menggunakan rumah penduduk sebagai tempat tinggal.
  5. Jika tidak ada penambahan kuota, estimasi keberangkatan untuk pendaftaran haji plus saat ini yaitu tahun 2017. Apabila ada pihak yang menawarkan bisa berangkat  ditahun 2013, calon jamaah haji harus waspada dan jangan mudah terbujuk oleh “iming-iming” bisa berangkat segera, tahun ini juga, yang akhirnya menjadi korban penipuan.
  6.  Perbedaan mendasar antara haji kuota resmi dengan haji non kuota yang harus diperhatikan calon jamaah haji, yaitu haji nonkuota tidak mendapat nomor porsi, tidak ada nomor porsi sebagaimana haji regular dan haji plus

  • 0

Jeli memilih Biro Umroh/Umrah yang Murah

Banyak sekali Biro Travel Umroh dan Haji yang menawarkan paket Umroh atau umrah murah. Para Jemaah calon Haji dan Umroh tentu bingung memilih yang mana, Saibah Umroh Plus dan Haji Plus, berbagi tips memilih promo umroh murah, terutama menjelang musim umroh 2014.

1. Cek Pesawat yang digunakan,

seringkali umroh murah menggunakan pesawat domestik dalam negeri yang mana jamaah akan diturunkan di Madinah, dari madinah jamaah akan dipindahkan dengan pesawat domestik Arab saudi. Hal ini tentu merepotkan dan seringkali terkena charge tambahan untuk bagasi, tax dan lainnya. Malah terkadang transit dulu di Uni Emirat Arab, jadi akan ada tambahan waktu perjalanan sehingga cukup melelahkan

Saibah Umroh Plus menggunakan pesawat garuda, pesawat yang sudah berpengalaman puluhan tahun menangani jamaah haji dan umroh. Pesawat Garuda adalah pesawat dari Indonesia yang bisa langsung menuju Jeddah. Sehingga jamaah umroh dan haji tidak terlalu kelelahan setelah 9 jam penerbangan. Selain itu, pesawat garuda sangat disiplin mengenai jumlah seat yang tersedia, jadi kalo tidak ada booking terlebih tidak dilayani.

2. Cek Hotel tepat menginap


Saibah umroh plus dan haji plus menggunakan hotel berbintang yang benar-benar dekat dengan masjidil haram, dengan berdekatannya hotel para jamaah bisa melaksanakan sholat 5 waktu di masjidil haram. Bayangkan, bahwa pahala sholat dimasjidil haram itu berlipat daripada tempat lainnya.
Selain itu Hotel tempat menginap para jamaah lebih gampang dikenali (antisipasi jika ada jamaah tersesat) minimal para jamaah menyebut masjidil haram, para sopir dan lainnya langsung menunjukkan arahnya.

Demikian tips dari Saibah Biro umroh plus dan haji plus, semoga Haji dan Umroh para jamaah menjadi Mabrur.


  • 0

Jemaah Haji Jangan Sampai Kehilangan Substansi

Naib Amirul Haj, KH Hasyim Muzadi, mengingatkan kepada seluruh jamaah haji Indonesiaagar tak kehilangan subtansi dan makna haji. ‘’Subtansi paling puncak adalah ibadah,’’ ujar mantan ketua umum PBNU itu.

Menurut Kiai Hasyim, sarana dan prasana memang penting. Sebab, kata dia, tanpa sarana dan prasarana yang baik ibadah haji tak bisa khusyuk.

Namun, lanjut dia, jamaah haji Indonesia tak boleh hanya memikirkan soal sarana saja.

Jika itu yang terjadi, papar dia, jamaah hanya mendapatkan instrumen tapi kehilangan subtansi. ‘’Kalau terus-menerus seperti itu, haji itu akan seperti pariwisata saja,’’ papar Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikam tersebut.

Ia menegaskan, subtansi haji dalah ibadah, bukan pariwisata, Seharusnya, kata Kiai Hasyim, ibadah haji berdampak pada perubahan jamaah ke arah yang lebih baik. ‘’Jika ada 200 ribu orang Indonesia berhaji dan semua berubah menjadi lebih baik, maka dampaknya akan sangat luar biasa.’’

Kiai Hasyim mengaku prihatin karena di tengah-tengah masyarakat saat ini banyak orang yang setelah berhaji dan sebelum berhaji mengalami perubahan. Bahkan, kata dia, banyak hal yang bertentangan dengan agama tetap dilakukan dan malah meningkat.

‘’Itu akibat kurangnya afektif dan efektifnya ibadah,’’ tutur Kiai Hasyim. Ia berharap agar masalah subtansi haji mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Ia berharap setelah berhaji sebanyak 211 ribu jamaah haji Indonesia bisa kembali menjadi hamba Allah dan menjadi mahluk sosial serta kembali pada sifat kemanusiaannya.

Menurut dia, banyak orang yang berhaji namun tak menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, karena faktor niat. ‘’Banyak yang naik yang naik haji karena cuma ingin sampai Makkah dan untuk gaya-gaya. Niatnya kurang tulus.’’

“Selain niat yang juga penting adalah sarana yang digunakan. Tidak sah haji seseorang, jika uang yang digunakan untuk bekal haji adalah uang hasil korupsi,’’ tuturnya.

Jika kedua faktor itu tidak terpenuhi, kata dia, maka jamaah haji tidak akan menjadi mendapatkan intuisi basyirah adalah hati yang paling dalam dan bersih.

Ia juga mengingatkan agar jamaah haji tak salah dalam melakukan manasik.Hal itulah, papar dia, yang seharusnya menjadi perhatian dari para calon jamaah haji.

Dalam kesempatan itu, Hasyim menegaskan tidak sepakat dengan wacana larangan naik haji bagi koruptor. Menurutnya, definisi koruptor menurut agama kadang berbeda dengan definisi koruptor versi hukum dunia.

”Kalau versi dunia kan kita bisa dituduh dan divonis melakukan korupsi kalau ada unsur kerugian apakah itu sengaja atau tidak atau karena kelalaian. Di agama kalau kita lalai, misalnya karena masalah administrasi itu bukan terhitung korupsi,” jelasnya.

Menurut dia, yang paling penting biaya yang digunakan untuk berhaji bukan hasil korupsi

Sumber: Sinhat-Haji-Kemenag-.MCH/heri ruslan
Info Umroh & Haji 

Saibah Umroh dan Haji


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 – 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016