MENGGANTIKAN HAJI ORANG YANG MAMPU MELAKSANAKAN HAJI SENDIRI

  • 0

MENGGANTIKAN HAJI ORANG YANG MAMPU MELAKSANAKAN HAJI SENDIRI

Pertanyaan

AL-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Seseorang sehat badannya, tapi dia menyuruh orang lain untuk menggantikan hajinya. Apakah haji tersebut sah .?

Jawab

Ulama telah sepakat (ijma’) tentang tidak bolehnya menggantikan haji orang yang mampu melaksanakan sendiri dalam haji wajib.Ibnu Qudamah Rahimahullah dalam kitabnya Al-Mughni berkata : “Tidak boleh menggantian haji orang yang mampu melaksanakan sendiri dengan ijma ulama”. Bahkan menurut pendapat yang shahih, tidak boleh menggantikan haji orang yang mampu mengerjakan sendiri meskipun dalam haji sunnah. Sebab haji adalah ibadah, sedangkan pedoman dasar semua ibadah adalah dalil syar’i. Dan sepengetahuan kami tidak terdapat dalil syar’i yang menunjukkan bolehnya menggantikan haji bagi orang yang mampu melaksanakan sendiri. Bahkan terdapat hadits dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam yang menegaskan :

“Artinya : Barangsiapa yang mengadakan dalam urusan (agama) kami ini apa yang tidak kami perintahkan, maka amal itu ditolak” [Hadits Riwayat Bukhari Muslim]

Dan dalam riwayat lain disebutkan :

“Artinya : Barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak sesuai perintah kami, maka amal itu di tolak” [ Hadits Riwayat Muslim]

 

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah juga mendapat pertanyaan senada.

Pertanyaan

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah diperbolehkan orang yang mampu melaksanakan haji sendiri dan menggantikannya kepada orang lain ?

Jawaban

Orang yang mampu melakukan haji sendiri tidak boleh digantikan kepada orang lain. Sesungguhnya diperbolehkannya menggantikan haji orang lain hanya terhadap haji orang yang meninggal, orang tua yang lemah fhisiknya, dan orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. Dan hukum asal dalam semua ibadah adalah tidak boleh digantikan, maka wajib menetapkan hukum padanya.

Dan Tentang Hal Yang Sama, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin juga ditanya sebagai berikut.

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seorang wanita ingin mewakilkan seseorang yang dipercayai kredibilatas dan keilmuan untuk menggantikan hajinya. Demikian itu karena sedikitnya pengetahuan wanita tersebut tentang manasik haji, takut atas dirinya dari kondisi adat masyarakat dan yang lainnya, juga agar dia dapat mendidik dan merawat anak-anaknya di rumah dengan baik. Apakah demikian itu diperbolehkan dalam tinjauan syar’i ?

Jawaban

Seseorang yang mewakilkan orang lain untuk melaksanakan hajinya itu tidak terlepas dari dua hal.

Pertama, dalam haji wajib. Jika dalam haji wajib, maka seseorang tidak boleh mewakilkan kepada orang lain kecuali jika dalam kondisi yang tidak memungkinkan dirinya dapat sampai ke Masjidil Haram , karena sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya, usia tua, dan lain-lain. Tapi jika seseorang sakit tapi dapat diharapkan kesembuhannya , maka dia menunggu hingga Allah memberikan kesehatan kepadanya, dan mampu melaksanakan haji sendiri.

Namun jika seseorang yang tidak ada hambatan apapun untuk haji sendiri, maka dia tidak boleh mewakilkan orang lain untuk menggantikan hajinya. Sebab dialah yang secara pribadi diperintahkan Allah untuk haji. Firman-Nya.

“Artinya : Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran : 97]

Sebab maksud ibadah adalah untuk dilakukan sendiri, agar seseorang dapat sepenuhnya dalam mengabdi dan merendahkan diri kepada Allah. Padahal telah maklum bahwa orang yang mewakilkan kepada orang lain, maka dia tidak akan mendapatkan makna besar yang menjadi tujuan ibadah tersebut.

Kedua, menggantikan haji sunnah. Artinya jika seseorang telah melaksanakan haji dan ingin haji lagi dengan mewakilkan kepada orang lain untuk haji dan umrah atas namanya. Maka demikian itu terdapat perselisihan pendapat di antara ulama. Di antara mereka ada yang melarangnya. Dan pendapat yang mendekati kebenaran menurut saya adalah pendapat yang mengatakan bahwa seseorang tidak boleh mewakilkan haji atau umrah sunnah kepada orang lain jika dia masih mampu melakukannya sendiri. Sebab hukum asal dalam semua ibadah adalah untuk dilakukan sendiri. Dan sebagaimana seseorang tidak dapat mewakilkan puasa kepada orang lain, padahal jika seseorang meninggal dan mempunyai tanggungan puasa wajib maka puasanya dapat dilakukan oleh walinya, demikian pula haji, maka sesungguhnya haji adalah ibadah badaniah (fisik) dan bukan ibadah maliah(harta) yang dimaksudkan untuk dapat digantikan kepada orang lain. Dan karena haji sebagai ibadah badaniah yang harus langsung dilakukan seseorang maka haji tidak boleh digantikan kepada orang lain kecuali jika terdapat keterangan dari Sunnah Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam, sedangkan menggantikan haji sunnah kepada orang lain tidak terdapat dalil dari Sunnah. Bahkan Imam Ahmad dalam satu dari dua riwayat darinya mengatakan : “Bahwa manusia tidak mewakilkan kepada orang lain dalam haji sunnah atau umrah, baik dia mampu ataupun tidak mampu melakukannya sendiri”.

Sebab jika kita mengatakan bolehnya mewakilkan haji sunnah dan umrah kepada orang lain maka yang demikan itu akan menjadi alasan bagi orang-orang kaya untuk tidak haji atau umrah sendiri dan akan mewakilkan kepada orang lain. Karena ada sebagian manusia dalam beberapa tahun tidak pernah haji karena menganggap dia telah mewakilkan orang lain untuk haji atas namanya dalam setiap tahun. Wallahu a’lam


  • 0

ONH 2013 turun USD$90

Ketua Komisi VIII menjelaskan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2013 mengalami penurunan (sebelumnya ditulis dalam hitungan rupiah, yang benar hitungan dolar). Penurunan yang disepakati yaitu sebesar USD 90, yang jika dikomparasikan dengan kurs tahun 2012 penurunan itu jadi sebesar Rp 140.600.

Penurunan yang dimaksud, pada tahun 2012 BPIH sebesar Rp 33.999.800 atau USD 3.617 menjadi Rp 33.859.200 atau USD 3.527 pada tahun 2013 (dengan kurs tahun 2012 sebesar Rp 9.400 dan tahun 2013 sebesar Rp 9.600), maka turun sebanyak Rp 140.600.

“Itu BPIH yang betul dalam bentuk dolar Amerika bukan rupiah bahwa dibandingkan tahun dulu selisihnya USD 90. Nah, pada waktu selisih dolarnya tahun lalu Rp 9.400, maka kalau diluruskan selisihnya hanya Rp 140.600. Jadi kenapa ada selisih segitu karena dolarnya Rp. 9.400,” kata Ketua Komisi VIII Ida Fauziyah saat dikonfirmasi, Senin (1/4/2013).

Hal itu sekaligus untuk meluruskan berita sebelumnya yang menuliskan penurunan dalam hitungan rupiah.

Menurutnya, penurunan BPIH itu merupakan upaya dari DPR dan pemerintah agar biaya ongkos haji semakin terjangkau.

“Walau terjadi penurunan BPIH, tetapi Komisi VIII tetap menekankan agar pemerintah tetap meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013, baik katering, transportasi, akomodasi, dan lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Komisi VIII juga telah menyetujui dana tambahan subsidi BPIH tahun 2013 untuk keperluan jemaah haji menjadi Rp. 2,3 triliun. Ini peningkatan cukup tinggi dibanding tahun lalu yang nilai subsidinya adalah Rp 1,7 triliun.

“Dana ini akan digunakan untuk meringankan BPIH tahun 2013 dalam bentuk subsidi biaya kebutuhan jemaah haji. Antara lain subsidi akomodasi di Mekkah, akomodasi di Madinah, subsidi general service fee, biaya pendukung operasional lain dan safe guarding,” ucap Idam

“Ini penting untuk menjamin kestabilan dan penurunan harga BPIH, dan yang utama adalah untuk kontinuitas penyelenggaraan haji lebih baik,” imbuhnya.


  • 0

Kemenag Sediakan Kloter Haji Khusus Lansia tahun 2013

Kementerian Agama menyediakan kloter haji khusus lansia pada musim haji tahun 2013 ini. Sebanyak 2.500 orang lansia tahun ini akan berhaji dengan mendapatkan pelayanan yang lebih efektif.

“2013 nanti ada kloter lansia untuk usia 83 ke atas,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2013).

Anggito menjelaskan bahwa peserta kloter lansia adalah mereka yang sudah mendaftar hingga 31 Desember 2012. Sehingga bukan pendaftar baru.

“Pelaksanaannya juga akan lebih singkat, 20-25 hari, manasik haji juga lebih efisien, jarak pemondokan lebih dekat, keberangkatannya di awal,” kata Anggito.

Selain itu, para lansia ini harus sudah memiliki pendamping yang juga telah terdaftar, bukan pendaftar baru.

Dari 2.500 kursi ini, Anggito mengatakan bahwa jumlah ini masih tergantung dengan komitmen pelunasan pembayaran haji.

“Biayanya sama, tapi mendapat pelayanan kesehatan yang lebih. Dua kali lebih efektif dari (kloter) biasa,” lanjutnya.

Kloter haji lansia adalah satu dari fitur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2013. Fitur lain yang ditawarkan antara lain upgrade transportasi dan catering. Jamaah tahun 2013 pun akan disediakan hotel saat di Madinah.


  • 0

Cara Agar Do’a Cepat Terkabul

Banyak orang yang berdo’a kepada Allah tetapi belum dikabulkan didunia oleh karena itu agar do’a kita segera terkabul kita harus mengetahui hal-hal yang menyebabkan do’a tidak dikabulkan oleh Allah yaitu :

1. Makan, minum dan berpakaian didapatkan dari yang haram

2. Tidak sabar dan terburu-buru do’a ingin segera dikabulkan

3. Bermaksiat, meninggalkan kewajiban dan membiarkan suatu kejahatan

4. Tidak mau menolong orang yang sedang kesempitan (kesusahan)

5. Lupa memuji Allah dan membaca Sholawat Nabi sebelum berdo’a

6. Berdo’a dengan hati lalai dan suara yang keras

7. Lupa mendo’akan saudara muslim yang lainnya

8. Lupa mendo’akan orang tuanya

Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Adham Radhiyallahu ‘anhu melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata,

“Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdo’a namun tidak pernah dikabulkan?”

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:

1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.

2. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi
kalian meninggalkan sunnahnya.

3. Kalian membaca Al-Qur’an tetapi kalian tidak mengamalkannya.

4. Kalian memakan nikmat-nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi kalian tidak pernah pandai mensyukurinya.

5. Kalian mengatakan bahwa syaitan itu adalah musuh kalian tetapi kalian tidak pernah berani menentangnya.

6. Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi kalian tidak pernah beramal untuk menggapainya.

7. Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi kalian tidak mau lari darinya.

8. Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi kalian tidak pernah menyiapkan diri untuknya.

9. Kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi kalian lupa dengan aib sendiri.

10. Kalian kuburkan orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi kalian tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

Semoga bermanfaat
~::*Jum’at Mubarak*::~


  • 0

Kemenag Sedang ingin Beli Airbus A-380 Khusus Haji

Kementerian Agama sedang menjajaki membeli Airbus A-380 yang dikhususkan melayani penerbangan ibadah haji. Namun eksekusi pembelian pesawat super jumbo tersebut masih tahap ‘pikir-pikir dulu’ sebab harganya sangat tinggi.

“Ada rencana membeli pesawat, kita sedang jajaki jumlahnya tiga sampai empat pesawat. Tapi harganya terlalu mahal,” kata Menag Suryadharma Ali kepada wartawan usai rapat dengan komisi VIII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2013).

Latar belakang munculnya ide pengadaan pesawat khusus, adalah melihat keterbatasan kemampuan dari maskapai dalam melayani penerbangan haji. Baik pihak Garuda Indonesia dan Saudi Airline yang selama ini melayani penerbangan haji, dalam prakteknya menyewa pesawat terbang berbadan lebar agar jadwal penerbangan reguler mereka tidak terganggu.

“Kami akan beli Airbus A-380 berkapasitas 800 orang, sehingga jumlah penerbangan bisa dipotong 30-40 persen karena kapasitas yang lebih besar,” jelas menag.

Namun masalah efisiensi menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk realisasikan rencana pengadaan pesawat. Jangan sampai pesawat tersebut hanya beroperasi secara efektif selama musim haji dan setelah itu hanya menghuni hanggar sehingga tidak efisien dalam biaya perawatannya.

“Sebab kalau Kemenag beli pesawat, maka harus merupakan investasi yang aman, menguntungkan, dan jamaah dapat diringankan dari biaya tiket,” papar Suryadharma tentang tiga pertimbangan utama pengadaan pesawat.

Maka solusinya adalah jalinan kerja sama operasional dengan maskapai penerbangan nasional untuk perawatannya. Sebagai kompensasinya, maskapai dapat menggunakan pesawat milik Kemenag untuk penerbangan reguler angkutan penumpang di luar musim haji.

Pesawat sebesar itu tentu saja lebih efisien untuk penerbangan jarak jauh dengan load faktor yang tinggi. Masalahnya tidak semua bandara tujuan di dalam negeri yang lalu lintas penerbangannya padat, mampu melayani Airbus A-380.

“Kalau dioperasikan (usai musim haji) kira-kira ke mana? Tentu daerah yang banyak penumpangnya,” ujar Suryadharma.


Pencarian

Artikel Terbaru

Umroh Sejarah 2016 – 2017

Umroh 
Sejarah 2016 2017

Umroh Arbain 16 Hari

Umroh Arbain

Umroh Dauroh Quran 2017

Umroh Dauroh Quran 2017

Jadwal Umroh 2016-2017

Umroh 
Semarang 2015-2016